January 6, 2011

aku cinta TIMNAS INDONESIA

Dulu aku nggak ngerti masalah bola membola, tapi sekarang tetep nggak tahu. Tapi aku jadi suka sama bola waktu habis nonton kejuaraan AFF. Walpoun aku nggak ngerti apa-apa, tai eh tapi, aku ngerti Indonesia kemaren kalah, yaah tapi nggak apa, walaupun nggak menang tapi tetep juara, juara dua. Hehe. Aku nonton pas Indonesia lawan Malesia di asrama. Dan kalo kalian tau, tivi di asrama itu cuma ukuran 12 inch. Pokoknya nayong banget deh. Kita bikin tribun penonton. Sayap kanan kiri diisi kursi ijo, sayap belakang (emang ada sayap belakang?) diisi kursi ijo+kursi ruang tamu+meja setrikaan. Njuk tengah adalah VIP (buat yang udah ngecup dari siangnya haha). Dan yang lebih nelongso lagi, antenanyaa men pakek ERPON BEKAS trus DIMASUKIN KE BOTOL AKUA trus DITUTUP RAPET biar nggak nyetrum. Melas bukan?
Hahaa. Walopun gambar bruwet + nek ada kendaraan lewat gambarnya jadi ilang kita tetep antusias. Histeris bukan gara-gara takut kebobolan, tapi histeris liat Irfan Bachdim guling-guling ngga jelas :p Liat Oom Gonzales seer ra nguati pokokmen. Tapi nek aku lebih suka sama Muslim, pemaine Malesia (ngomong-ngomong lebih enak nulis Malesia daripada Malaysia, repot). Dia macho sih walopun giginya agak majhu. Hahahaa. 
Walopun aku nggak ngerti tendangan sudut, pinalti, fungsi kartu kuning njuk kartu merah, offside ato yang laine lah, tapi aku ndukung mereka (yaiyalah harus goblok !)
yaah kok nggak ada mas Bambang sih ya ? Oke jangankuatir para Bambangers. Ini diaa si jali-jalii. xD


Ini mas Bambang lagi nunggu air ujan turun. Sepertinya dia haus :P
Eh ngobrol-ngobrol kringetnya kagag nahan dah pengen aku siram. Kasian dia.

Yaa meskipun ceritanya luar biasa membosankan, pada intine aku cuma pengen nongolin TIMNAS ke bloganehku. HAHA 

January 5, 2011

Halo Matahari Bukan Pertanda Bencana

Halo matahari adalah fenomena yang biasa terjadi, dan bukan pertanda akan terjadi bencana alam, kata peneliti Pusat Studi Bencana Alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sudibyakto.


"Fenomena pelangi mengelilingi matahari itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa bencana alam seperti gempa bumi," katanya di Yogyakarta, Selasa.


Menurut dia, Halo yang terlihat melingkari matahari tersebut merupakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer. Halo terbentuk karena dispersi butir-butir es atau air pada awan sirrus oleh sinar ultraviolet.


"Pada saat musim hujan, partikel uap air ada yang naik hingga tinggi sekali di atmosfer. Partikel air memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya matahari," katanya.


Ia mengatakan berhubung terjadi pada siang, saat posisi matahari sedang berada tegak lurus terhadap bumi, maka cahaya yang dibelokkan juga lebih kecil.


"Itu sebabnya yang tampak di mata masyarakat yang kebetulan menyaksikannya adalah lingkaran gelap di sekeliling matahari," katanya.


Menurut dia, Halo matahari sebenarnya sama dengan proses terbentuknya pelangi pada pagi atau sore setelah hujan. Lengkungan pelangi sering terlihat di bagian bawah cakrawala karena partikel uap air yang membelokkan cahaya matahari berkumpul di bagian bawah atmosfer.


"Di sisi lain, pada pagi atau sore matahari pun masih berada pada sudut yang rendah. Pada posisi yang miring itu kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih besar, sehingga warna-warna yang muncul juga lebih lengkap," katanya.


Ia mengatakan pada siang saat matahari pada posisi tegak lurus terhadap bumi, kemampuan pembelokan cahaya menjadi rendah sehingga warna yang terlihat sangat terbatas.


"Warnanya terlihat gelap, karena pandangan ke arah matahari juga terhalang debu, sedangkan pada pagi saat udara masih bersih, yang tampak adalah warna kemerahan," katanya.


Fenomena Halo matahari terlihat begitu jelas di langit Yogyakarta, Selasa sekitar pukul 10.15 WIB hingga 11.15 WIB. Fenomena itu langsung menarik perhatian warga.


bagus kan ? tapi yang ambil gambar bukan aku :p lagi-lagi ambil dari gugel *aku memang nggak kreatif :b

musik campursari

Campursari merupakan salah satu bentuk kesenian yang hidup di Jawa. Bentuk musik ini merupakan perkawinan antara musik modern dengan musik etnik. Dimana dalam musik ini para seniman mencoba memadukan dua unsur musik yang berbeda untuk dapat memunculkan suatu bentuk musik yang baru. Dalam hal ini, instrumen etnik yang digunakan adalah gamelan (gamelan ageng) yang dipadukan dengan instrumen musik modern seperti gitar elektrik, bass, drum, dan keyboard.
Pada awalnya, kehadiran musik ini memunculkan suatu kontroversi antara seniman dari musik tradisi dengan para pelaku musik kreatif. Karena hal ini dianggap menurunkan suatu nilai tradisi yang terkandung dalam gamelan sebagai salah satu bentuk musik istana. Namun, bagi seniman pelaku musik kreatif, hal tersebut bukan merupakan suatu penghalang yang berarti. Buktinya campursari dapat berkembang hingga meluas pada masyarakat di luar kebudayaan musik itu berasal. Hingga beberapa tahun yang lalu bentuk musik ini sempat dipopulerkan di Indonesia oleh Manthous dan Didik kempot.
Karena bentuk musik enak didengar dan dengan nuansa tradisi yang dibawa akhirnya musik ini diminati banyak orang dari berbagai kalangan di Indonesia. Tak heran kalau selanjutnya muncul banyak kelompok musik campursari di daerah-daerah.
Fenomena semacam ini tampaknya kurang begitu diperhatikan oleh masyarakat Indonesia. Sebuah musik yang mampu mengusung suatu etnisitas mampu diterima oleh masyarakat luas tanpa menghapus identitas dari masyarakat pemilik musik itu sendiri. Dan di dalam musik ini, jika kita mendengarkan perasaan kita akan terbawa masuk kedalam nuansa Jawa.
Berbeda dengan ketika kita mendengarkan musik pop yang saat sekarang sedang digandrungi para remaja. Jelas, kita tidak bisa membedakan antara musik Indonesia dengan musik pop yang berkembang di luar negeri tanpa teks musikal yang ada. Karena secara musikal bentuk musik tersebut akan sama.
Andaisaja semua musisi di Indonesia mau untuk menciptakan musik dengan musik etnik sebagai background, sudah tentu kita akan menjadi bangsa yang kaya hanya dengan musik.

Ini dia the most favorite campursari singer :)


aku harap kalian juga bisa menikmati betapa indahnya campursari itu 
ha haha :D

NOTHIN' TO LOSE

Aku punya gebetan, namanya rahasia. Dia baik banget sama aku, slalu ada saat aku butuh apapun. Pada suatu hari ternyata eh ternyata dia udahjadian sama orang lain, sebut aja anjing. Eh jangan, kok kayake terlalu kasar, oke kita sebut dia Mawar (kayak di berita kriminal yang biasanya Mawar masuk kasus pemerkosaan).
Sebenere aku udah ngerti semuanya, dia cerita semuanya ke aku, saat dia nembak, saat dia grogi, dan saat dia seneng ternyata cintanya diterima, dan semua saat saat yang menurutku menyakiykan buat aku. Aku jelas jeles. Gimana enggak, sekarang sayang dia udah kebagi buat  Mawar. Yang dulu cuma buat aku dan aku seorang. Sekarang? Dulu dia sering nyanyiin lagu-lagu soksosweet byat aku. Sekarang? Ambil tuh semua (buat Mawar)
Aku udah bilang ke dia kalo aku jeles. Bukannya ngadem-ngademin dia malah ngambek sama aku, bilang kalo aku ini aneh. Aku kan cuma berusaha buat jujur tentang apa yang aku rasasin. Sebagai sahabat yang baikhati tidak sombong dan rajin menabung, aku ikut seneng dia udah menemukan sebagian dari potongan kue nya yaitu Mawar. 
Beberapa hari kemudian aku udah biasa aja walaupun emang proses buat nglupain itu semua sungguh-sungguh menyakitkan, aku tau ini semua lebay bin alaybanget. Tapi namanya perasaan manusia mau digimanain lagi? Yaah rela nggak rela harus rela, lagian kayaknya kita lebihenjoy sahabatan (alasan klasik).
Yang aku masih nggak abis pikir, kenapa dia ampe semarah itu sama aku, padahal aku ki yowes bersikap LEGOWO. Sekarang aku loskontek sama dia, dia nggak mau bales pesan aku, nggak mau angkat telpong aku, apalagi liat muka aku? Aku bingung harus ngapain lagi, yaah makasih buat semua yag udah kamu kasih ke aku, aku bahagia pernah kenalsama kamu. Inget ya, bahagiamu bahagiaku pasti :) 

Just let it flow
May the lucky star always keep shining on you :)

 

Template by Best Web Hosting