May 24, 2012

Hampir Mati Di Gunung

Berat buat pendaki amatiran kaya aku untuk bisa naik ampe puncak lawu 3265 mpdl. Bagiku mendaki itu bukan tentang sepatu gunung, tas kerir, jaket tebel, dan sleeping bag, tetapi tentang keyakinan untuk menghadapi kenyataan bahwa puncak masih jauh! Bhahaha. Sumpah banget liat jalan terjal naik curam banget itu rasanya kaya dipaksa nyetrika semua baju di awul sekaten. Gila! Nagih! Memang ceritaku ini nggak beda sama cerita orang-orang gunung lainnya. Jalan dari pos ke pos, istirahat, ngakak, kecapean, sesak napas, mewek, jalan 5 langkah kemudian istirahat 5 taun. Bedanya, bagiku 5 pos di Lawu itu bagaikan menempuh jalan terjal tak berujung, dengan sepatu amatir juga tentunya (baca : sekali pake jebol). Ini baru pertama kali aku naik gunung. Biasanya cuma bisa liat gunung, gunungnya sasa grey. Tolong kumat. Nggak ada pemanasan, nggak ada persiapan berlebih, pake kaos seadanya, jaket hadiah motor, sepatu jangan tanyakan lagi, tas ransel yang kalo dipake semenit aja udah bikin pegel sakpole. Dan semua itu cukup membuatku hilang ingatan. Kabut tebal, aroma belerang, edelweiss, jurang, tebing, bukit, batu-batu terjal, bukit lagi, bukit lagi dan bukit lagi ampe nggak sadar hampir mati hipotermia. Dingin nggak tau berapa derajat selsius yang jelas itu lebih dingin daripada waktu minum es teh. Sori cengoh. 
Saat tiba di pos berapa itu apa bukan pos ya nggak ngertilah yang jelas di balik bukit ada semacam warung, WARUNG! Halusinasi udah nyampe bakso kuah panas pedes + kopi asap kepul  cespleng banget, dan ternyata cuma harapan palsu, warung masih jauh lagi kira-kira 1 tahun perjalanan. Tolong -,- Jangan harap kamu bisa makan makanan anget, karna disini, mi godok panas dalam waktu semenit bisa jadi mi godok kuah es. Ini bukan hoak. 
Sebelum berangkat sekilas baca peraturan pendakian, berenti di nomor 14: wanita yang sedang haid dilarang mendaki, apabila aturan ini dilanggar maka konsekuensi ditanggung sendiri. Dan bener waktu itu aku lagi dapet, sempet digangguin waktu turun jalan sendiri, diganggu tawon. 

Aku, Maria Ulfah mahasiswa Biologi UGM semester 2 pemalas dan suka saru dengan berat badan 57 kg sedang haid dan dengan properti pendakian amatiran telah berhasil mencapai puncak Lawu 3265 mdpl pada tanggal 27 April 2012. Sori blagu karna kamu tak akan pernah tau kenikmatannya sebelum kamu mencapainya sendiri. Cukup tau aja kalimat bijak barusan yang kalo aku yang ngomong jadi sok bijak adalah kopi paste.


Dan ini sedikit cuplikannya, cegisot :*






Nb : Aku nggak ngerti lagi harus kasih judul apa, aku memang nggak kreatif. Maaf :( 

May 1, 2012

Dipilih Dipilih #BukanCeldam

Sukses itu materi. Orang yang bilang kalo sukses itu adalah bahagia dengan apa yang sedang dijalani itu bohong. Ibarat air di atas daun talas, sori kalo nggak nyambung. Manusia dilahirkan harus punya tujuan hidup, bahkan orang gila pun punya tujuan hidup, yaitu menjalani takdirnya sebagai orang gila. Ini ada hubungannya jurusan yang aku ambil, biologi. Biologi itu gila, bayangin kalo masa-masa remaja tanggung kalian harus diabisin buat ngapal nama-nama ilmiah nama latin dan semua nama-nama gaib itu yang banyaknya minta amplop. Aduh malah curhat. Coba ada jurusan seksologi pasti nggak bakal males kuliah udah gitu sistem pembelajarannya make audio visual original. Tiba-tiba nyambung ke Nikita Mirzani. Ngobrol soal Nikita Mirzani kemaren aku abis baca artikel judulnya 'Nikita Mirzani Hapus Tato di Dada Rasanya Perih-perih Enak'. Dan barusan dengerin lagu judulnya 'Pentil Kecakot'. Memang nggak nyambung tapi cukup bikin aku nggak paham lagi sama dunia akhir-akhir ini. 

Aku bingung besok lulus dari sini aku mau apa dan mau kemana dan mau kawin sama siapa. Akutau semua ini udah diatur sama Gusti Allah. Aku cuma takut nggak kebagian jodoh aja, karna besok suatu saat perbandingan cewek dan cowok adalah 1:40. Dan para lelaki bisa memanfaatkan moment ini untuk poligami. Ini memang postingan random, serandom mukaku. Yang jelas tujuan hidupku adalah menjalani apa yang telah ditakdirkan, yang barusan itu tujuan hidup yang sok bijak, tujuan hidup jujur: pengen punya suami bule, bule afrika sixpack, kaya raya 77 turunan. *Emang Es Teller?* Ngomong masalah Es Teller 77 aku belum pernah makan di esteler77 yg ada di mall mall itu karna liat dari jauh udah silau sama harganya, ya, cukup tau aja walaupun nggak penting namanya juga cukup tau. Tolong apasih banget. Up up. Yang barusan itu tujuan hidup hedon, jujur aja karena sekali lagi sukses itu materi. Sukses itu MATERI.


Memang pendapat orang itu beda-beda, sekarang beda lagi. Menurut pendapatku dari lubuk hati paling dalam sukses itu adalah hidup yang berorientasi pada kehidupan akhirat, bisa menjadikan ibadah sebagai prioritas hidup, bukan harta! Sekali lagi bukan harta. Sesungguhnya menyianyiakan waktu itu lebih menakutkan dari pada kematian, karena menyiakan waktu memutuskan kehidupanmu dengan akhirat sedangkan kematian memutuskanmu dari kehidupan dunia. Akhirat Vs Dunia. Dan ini masalah berat, karena berteori selalu gampang.

                                                                 Ini?

Atau ini? 

 

Template by Best Web Hosting