Di jaman yang makin pelik ini, teman itu dikategorikan menjadi dua: Pertama teman yang memberikan pengaruh buruk, dan kedua teman yang memberikan pengaruh sangat buruk banget. Merasa gagal jadi teman kategori nomor satu. Ini semua berawal dari peristiwa rahasia itu, nggak ngerti lagi kenapa akar yang dulu ditanem disini bisa kecabut cuma gara-gara kena kipas angin. Ternyata dunia nggak sekedar keras, tapi keras banget dan wanita itu lembut. Jadi bisa disimpulkan sendiri. Tetap positif thinking adalah lebih baik.
Tahun ini menurutku adalah tahun dimana setan bernama teknologi seks mencapai masa keemasannya, dari anak kecil, remaja, orang dewasa sampe yang udah bangkotan ajapun terkena imbasnya. Yah bayangin aja sekarang udah ada yang namanya permen pembangkit libido, aborsi dimana-mana, media sosial yang semakin merenggut masa-masa produktif kita, kondom dijual bebas, 3gp asik, dan infrastruktur seks yang kian komplit. Mereka semua yang menjerumuskan manusia ke dalam romancinta bertika yang sungguh aneh tetapi nyata. Nggak ngerti lagi sama dunia percintaan jaman sekarang. Kasih sayang yang syarat akan makna luhur kini sudah tidak bisa dibedakan dengan nafsu syahwat semata. Ironis tapi menyenangkan.
Apa yang kamu lakukan saat kamu sadar bahwa kamu sedang melakukan kesalahan terbesar dalam hidupmu? Berhenti dan bertobat? Menurutmu itu gampang? *angop* Jadi intinya bagi kalian-kalian yang jomblo anyaran atau jomblo sejak lahir, jangan desperate. Berdasarkan wawancara dari berbagai sumber dapat aku simpulkan bahwa pacaran itu adalah pintu gerbang menuju ke neraka. Yah bagi yang udah terlanjur melakukan perbuatan berpacaran yang menyenangkan itu, saranku banyak-banyak berdoalah supaya apa ya, udah susah sih kalo udah keenaken mah. Yah supaya diberi saat-saat kematian yang khusnul khotimah lah, nggak lucu kan kalo misalnya lagi ciuman trus kegigit lidahnya sampe mati?
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. AT-Tahrim: 6)
Apakah kita sudah berusaha menjaga diri kita dan keluarga kita dari jilatan api neraka? Semoga aku dan kalian semua senantiasa waspada dan sebisa mungkin memperkuat pondasi iman karena Allah memang akan terus menguji keimanan kita sehingga hanya yang kuat sajalah yang layak mendapatkan surgaNya kelak. Semoga Allah selalu memberikan kita nalar yang jernih dan hati yang terbimbing sehingga kita bisa lulus dari semua ujian hidup yang menyenangkan ini. Hai, neraka itu bukan tempat untuk main-main.


















