September 21, 2014

KKN: Kakak Kakak Negara

Banda Neira Maluku Tengah, ditempuh 8 jam dari Ambon dengan kapal Tidar sang pembawa peradaban. 
Ngobrol soal pengabdian masyarakat ibarat orang mau pergi ke kampus, KKN yang cuma 2 bulan ini adalah baru manasin motor, belum apa-apa. Masih harus ngelapin motor, isi bensin ke pom, mampir makan di warteg sebelah pom, belum ke indomaret beli minuman dingin, belum di jalan ketemu banyak bis kota yang kesetanan, belum lagi kena lampu merah yang merah terus. Masih banyak hal yang harus dilalui. Masih harus banyak belajar lagi tentang bagaimana mendengarkan, menjaga omongan, tidak menyakiti dan tidak sok pintar. Umur masih muda, perjalanan masih panjang bro, kalo kata Mario Teguh bertindak dan kemudian salah lebih pasti memperbaiki diri daripada melapuk gelisah dalam keraguan. Bro, keberhasilan KKN ini bukan dinilai dari seberapa banyaknya program yang berhasil disosialisasikan untuk masyarakat, ini tentang perjalanan hati dan emosi, yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai setiap detik waktu bersama mereka dan bergaul dengan segaul-gaulnya. Sori pembicaraan ini memang tidak ada arahnya. 

Rasanya kalo inget Banda Neira itu mak ces di hati. Peace, love, and natural. Never bored to see the sparkling ocean when beautiful sun bear down upon the water. Manjat pohon mangga miring depan pantai, papan cintailah lautku cintailah negriku, belajar memanjat pohon kelapa sama anak-anak pantai, goyang-goyangin jembatan rusak di dermaga, naik kole-kole kecil sambil tos sama air laut, nggak pernah bosen liat dermaga lontor yang airnya hijau tosca itu, mecahin biji kenari, bikin manisan pala, panen cengkeh, naik pokpok sambil ngeliat langit biru yang tak berbatas, makan ikan laut t-i-a-p h-a-r-i, sarapan pentol di pagi hari, ngences liat abang2 hitam berotot, digelitikin sama school fish yang lucu banget, kangen duduk-duduk sama anak-anak selo di Bapa Dul pu para-para, dipelototin mama piara gara-gara sering ngilang malem-malem, kangen dipanggilin ‘KKN’ sama bocah-bocah ingus abadi, makan pentolan alias baksonya orang sana yang segede upil buto itu, joget sama orang-orang gila yang mulutnya udah bau neraka alias mabok, jalan-jalan ke Neira yang banyak peninggalan bersejarah banget dan rumah-rumah lucu yang Belanda banget cin. For the first time in forever duduk di kursinya Bung Hatta, berasa jadi superhero semenit.

Snorkeling di belakang gunung api yang terumbu karangnya WAW, kapan lagi bisa renang-renang sama anak hiu kecil-kecil yang lagi berteduh di Pantai Wali yang airnya anget, bakar-bakar ikan kerapu merah sama ikan papua yang nggak berdosa tiba-tiba dibakar gitu aja. Piknik ke Pulau Syahrir, pulau dimana diasingkannya dulu Bung Syahrir itu sama kompeni Belanda. Tiba-tiba berasa jadi pahlawan lagi. Naik ke Tanjung Seram yang kalo liat ke bawah, air lautnya bro bikin mrebes mili. Kangen mantengin sunset di pantai yang senja jingganya bikin nggak mau pulang. Satu lagi bro, perjalanan panjang mendaki Gunung Api di tengah laut yang super duper mega kokoh tak tertandingi yang curamnya setengah mati, giliran sampe di puncak langsung speechless bisa liat semua pulau di kepulauan Banda yang AWSUM.

Ikut jaga rumpon malem2 sama abang pelaut keren trus mabok semabok maboknya, nggak bakal nyangka kalo yang namanya jaring ikan di rumpon itu bakal setengah mati kaya gitu, for the first time in forever lg bakar ikan di tengah lautan lepas di bawah cakrawala milky-way sambil nahan muntah setengah mati. Bisa bertahan 3 jam diombang ambing sama dahsyatnya gelombang air laut. Bro, ini tu berasa jadi nenek moyang bangeeeet.






























Dear Banda Neira, thanks for every precious things you give, every wonderful sunset and adorable ocean i've never forget, and every greatful moment we've done. Banda, it’s only a dot in map but all the things and memmories will never be forgotten. See you soon, someday.

June 15, 2014

Potongan Kue #5

Hidup ternyata hanya sebuah permainan perasaan. Saat kamu sedang bersemangat sekali mengejar cita-citamu yang tingginya melebihi lapisan eksosfer dan kamu menyingkirkan semua perasaan ragu bimbang takut gagal, kamu terlalu optimis, pantang menyerah dan semacam itu. Kamu bilang ingin mendaki puncak tertinggi dan menyelam ke dasar samudera paling dalam, tetapi kemudian kamu mulai merasa lelah, jenuh, bosan, dan tidak berapi-api lagi dengan komitmen yang sudah kamu buat sendiri. Mulai terpengaruh dengan quote-quote kehidupan mengenai live is freedom, live isn't about the achievement you've got, dan blah blah, mulai tak tertarik dengan cita-cita, mulai menjalani hidup dengan semboyan let it flow lagi. Kemudian saat kamu melihat temanmu sedang memanasi roketnya, kamu hanya bisa terdiam. Entah~

Setidaknya ketika aku sedang tidak tertarik dengan masa depan, aku masih bisa menghibur diri dengan mereka-mereka yang gila dan tidak pernah mengkhawatirkan sesuatu yang masih kabur bernama masa depan. 















THANKS GAES <3

April 6, 2014

Jangan Sombong, Nak

Jika kau merasa besar, periksa hatimu
Mungkin ia sedang bengkak
Jika kau merasa suci, periksa jiwamu
Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani
Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu
Mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakan
Jika kau merasa wangi, periksa ihklasmu
Mungin itu asap dari amal shalihmu yang hangus dibakar riya

Dalam dekapan ukhuwah, merasa diri paling baik adalah tanah paling gersang dan lahan paling tandus bagi pohon iman. Seiring itu, benih persaudaraan hampir mustahil bisa tumbuh disana. Merasa diri lebih baik dibanding yang lain adalah penghalang terbesar dalam menjalin hubungan baik dengan sesama.

Dalam dekapan ukhuwah, tak ada tempat untuk kesombongan. Ia hanya khayal yang mengawang-awang. Karena kesombongan bukan berasal dari kebaikan dan kelebihan. Dia lahir dari kekurangan dan prasangka tanpa pijakan.

Sungguh yang membuat seseorang sombong dan bangga diri bukanlah kelebih-kelebihan yang dimilikinya, melainkan pikirannya yang dangkal dan jiwanya yang sempit.

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah.

Salim Akhukum Fillah

March 28, 2014

Camping Ceria Drini~

Saat dunia udah mulai terasa sempit dan saat beban kehidupan yang tidak terlalu penting itu mulai mendominasi otak, yang aku butuhin hanya satu, pantai. Walaupun cuma sekedar ngecamp di pinggiran pantai, bakar-bakar ikan dan jagung, ngemil, minum (kopi), ketawa ketiwi dengan teman yang itu itu aja bahkan menertawakan hal-hal yang itu-itu saja, nyanyiin lagu yang itu-itu aja, rebahan di pasir sambil kadang teriak-teriak ndeso kalo ada bintang jatuh, trus ada suara ombak-ombak lucu gitu. Ternyata mereka semua hidup, mereka bisa mendengar semua keluh kesahmu lebih hebat dibanding temen kamu yang asyik main gadget. 

Cie ibu-ibu arisan cie

Teman yang baik adalah yang bisa menjelma menjadi microfon

Ada penampakan lho di foto ini

Ini lagi nyanyi apa ya mulut gitu banget kompakan 

Aku bukan pengemis cintaaaa

Putri cantik dan ikan fugu

I love you mother-mother arisan

Trio gelambir, jomblo semua kecuali yang tengah 

Whats'up Bro, hip hop syar'i

Jumi jombs, Elit kodir, Rayi jombs, Pacar aku yang lucu, Aku yang lucu, 
Kak Pandu si kameramer, Kocik yang bulu hidungnya menjuntai sampe tanah

Hai kalian <3

Hai lucu~

Ke pantailah, ombak-ombak itu menunggumu.

February 17, 2014

Terjebak di Negara Jin - Banyuwangi

Minum kopi dulu kalo mau baca, aturannya boleh ngantuk nggak boleh tidur.
Hello, how's your holiday? Mine? Is absolutely cool. So many people said that im going to somewhere with my funny boyfriend and we do something called honeymoon. Huft, how many times should i tell you guys that im still ori and fully equipped with all of spare parts i have. Its oke, its not the main problem of my life, thanks for not judging me again.
Maybe you think, Wots? Banyuwangi? What will you do there? Is there any beautiful place to visit? Hmm, you don't say. You know, we found some little pieces of heaven here. Kemudian tiba-tiba pake bahasa Indonesia. 

Sebelumnya kalian tau nggak sejarah kota banyuwangi? Pura-pura nggak tau aja biar aku ceritain. Jadi jaman dahulu kala ada seorang putri bernama Sri Tanjung. Dia sedang hamil akibat perbuatan suaminya namanya Raden Bantrerang, namun sayang suaminya yang nggak tau diri itu mengira kalau janin dalam rahim si putri sinden panggung itu bukan hasil pembuahan dari spermanya melainkan hasil perselingkuhan dengan pak RT (Sori lebay jaman dulu belum ada RT). Lalu si suami membawa istrinya ke sunga dan berniat membunuh putri cantik yang malang itu dengan sumpah "Jika darah yang mengalir di sungai ini amis memang janin ini bukan anakmu tapi jika berbau harum maka janin ini adalah anakmu". Dasar lelaki tokek belang bilang aja alibi biar bisa kawin lagi (Jadi dia itu manusia apa tokek sih? Maaf nggak lucu). Kemudian setelah dibunuhnya putri yang cantik itu maka mengalirlah darah ke sungai yang berbau wangi, dari situlah asal muasal kota Banyuwangi. Lebih malang lagi sekarang si putri menjelma menjadi kereta api...

Hari pertama we're going to Kali Bendo. Sebelum sampe ke Kali Bendo ini kita lewat di daerah rumah adat suku Osing, suku asli Banyuwangi bro, rumahnya lucu-lucu bro, model depan rumahnya hampir sama semua trus memanjang ke belakang, kaya rumah-rumah tua belanda lucu-lucu banyak hantunya gitu bro. Oke, jadi Kali Bendo itu adalah air tejun yang masih alami banget. Terletak di PT perkebunan Kali Bendo Glagah yang jaraknya 25 km dari Kota Banyuwangi. Derah ini masih berada pada jalur perjalanan utama menuju gunung Ijen. Airnya bro segar dingin nggak pake madu, udaranya suejuk, dan masih berdinding semacam taneman purbakala gitu hih serem2 seger. Untuk sampai ke air terjun utama jangan kira tinggal nyebrang dari tempat parkir trus sampe, kita harus trekking dulu kurang lebih 20 menit normalnya, untuk ukuran orang gendut ya kira2 dua hari trekking haha. Tapi ati2 bro banyak monyet berkeliaran dan siap menyambar jiwa-jiwa yang jomblo HAHAHAHA. Oiya satu lagi selain monyet kalian bakal nemuin banyak mesum corner. Huh nggak modal banget mesum di hutan. 

 Air terjun utama Kali Bendo

 Mandra dan Atun 

Anak sungai Kali Bendo yang nggak kalah seger

Adit sang pencerah

Next day, berangkat kita ke Pulau Merah. Jaraknya 60km dari kota Banyuwangi, ya sekitar 2,5 jam lah. Pulau Merah adalah sebuah pulau berbentuk bukit kecil dekat pantai dengan pantai berpasir putih dan tanah yang warnanya merah. Jaraknya ya kurang lebih 15 m dari bibir pantai, itu kalo surut. Masih segaris sama pulau merah itu ada rumah pohon yang diiket di pandanus yang bentuknya you know lah, kalo udah nongski disitu bakal betah banget karna angin sepoi-sepoi dan pemandangannya yang spektakuleeeer. Yang bikin aku terkejut tak berdaya di pantai ini yaitu harga kelapa muda Rp 15rb bro, 2 kali lipat dr harga kelapa muda termahal di Jogja, padahal banyak pohon kelapa disana. Huh berasa ditipu. Oiya kalau lagi pasang banyak bule hitam maupun bule putih surfing disini, bagi kamu yang nggak punya papan selancar aku saranin bawa papan tulis aja lumayan buat payungan, panasnya pantai banget bro~
Dari google sob

 Adit- Pacar aku yang lucu- Trias yang mirip nekong

 Duh celananya itu lho, ijo

Awas ada anak gaul

Hayo tebak ini punggung atau perut?

Entah hari ke berapa, the next destination is Alas Purwo. Tempat yang terlalu sakral untuk diceritakan. Untuk bisa sampai Alas Purwo ini harus melewati hutan dengan jalanan yang berhasil bikin pantat panas dan hampir keluar ampasnya, setelah melewati hutan mulu sampe bego baru ketemu gerbang Alas Purwo, ya, baru gerbangnya. Cuma dengan bayar tiket masuk 3rb rupiah bro kalian bisa sepuasnya njelajahin hutan yang bau menyan itu. Hii. Di hutan ini kalian bisa nemuin banyak pura sakral yang masih sering dipakai umat hindu untuk beribadah, trus ada tempat namanya Sadengan semacam padang rumput luaaas banget yang kalo sore banyak banteng sapi dan saudara-saudaranya pada ngumpul semua disitu, berasa di Afrika gitu. Trus ada pantai juga yang tentunya sakral. Yang paling sakral dari semua tempat disini adalah goa. Menurut warga sekitar, Kawasan Taman Nasional Alas Purwo mempunyai banyak goa, hingga saat ini terdidentifikasi ada 44 buah goa. Wisata Goa yang terdapat di Taman Nasional Alas Purwo diantaranya Goa Istana, Goa Mayangkoro, Goa Padepokan, Goa Basori dan Goa Jepang. Goa-goa itu tidak bisa ditempuh dengan kendaraan, hanya boleh jalan kaki paling deket 2km. Konon katanya di goa Istana adalah tempat disimpannya harta Bung Karno dan Bung2 lainnya, makanya banyak orang bertapa disini biar sakti dan bisa menembus ke dimensi kehidupan lain trus ngambil harta itu. Ada yang bertapa saking saktinya sampe nggak bisa dilihat secara kasat mata. Orang kesini macem2 tujuannya, ada yang sekedar piknik, ada yang bawa keluarganya sekampung bawa wajan kompor dsb nggak tau mau lomba masak tingkat RT kali, ada yg jauh-jauh kesini mau cari pesugihan dsb. Gilee yang ada merinding doang disini. Di deket basecamp ini ada pantai bro, dan yang paling pecah baru kali ini nemuin ada kijang di deket pantai. Satu lagi, kita ketemu sama dewanya pertapa disini, udah 30 tahun bro di goa gila lo ngapain aja mas, jenggot sama rambutnya udah kaya pendekar di film Mak Lampir. Masih banyak bro tempat-tempat indah kaya TN Baluran, TN Meru Betiri, wilayah konservasi penyu Sukamade, G-Land, Teluk Penyu, Gunung Ijen, banyak deh next time lah harus kesini lagi.


 Maaf mbak itu paha atau penampakan ular piton

 Salah satu pura yang ada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, masuk nggak ya
 Sadengan, yang kaya di afrika itu~

 Cie seneng banget liat aku :3

 Persahabatan kijang dan anak gajah

Baru kali ini 2 minggu liburan ke luar kota dan ngerasa pengen cepet-cepet pulang. Ternyata yang namanya liburan itu ada jenuhnya juga bro, nggak melulu seneng-seneng, belanja-belanja, foto sana foto sini pamerin ke temen biar iri, makan yang enak-enak, habis itu udah. Di rumah bentar udah gatel aja pantatnya pengen going samwer, giliran udah pergi akhirnya kangen juga sama rumah walaupun di rumah ya nggak dibutuhin amat. Maklum masih manusia. Ya walaupun liburan kali ini belum sempet diving lucu sama ikan hiu yang segede gaban itu setidaknya waktuku nggak habis cuma buat scroll atas scroll bawah keypad bb. Finally I know why birds stay in the same place when they can fly everywhere on the earth.

The most precious momment is when we meet Adit and his strong mom. Ibunya Adit yang nggak kenal kata capek buat kerja keras. Bagi beliau, strength is life and weakness is death. Makasih buat Adit dan ibunya yang udah mau direpotin kasur dan beras dan kering tempe yang enak banget itu dan jajanan toko asal comot dan seeemuanya. Makasih juga buat Trias temennya Adit yang mirip nekong ituh. Thanks to pacar akuh yang lucu kaya ikan fugu, nggak ngerti isi dalem perutmu apa kok bisa sabar banget jadi orang. 
Orang tu beda-beda, kadang ada yang udah keliling dunia tapi nggak ada passion buat nulis, kadang ada juga yang baru kemana dikit nulisnya udah heboh banget contohnya aku. Nggak papa itung2 nyiapin cerita buat anak cucu :") 
 

Template by Best Web Hosting