Lagi lagi malam yang absurd.
Obrolan via bbm bersama partner in crime, siapa lagi kalau bukan si Anu. Dengan
obrolan yang yah begitulah, we are not children anymore but but but but jem.
Astaga. Belum lagi baru-baru ini ada kasus FPI yang anarki memberantas
kemaksiatan, kenapa mereka nggak ngebiarin Allah aja yang ngasih hukuman,
mereka mendahului kehendak Allah, mereka gadul dan aku sok tau. Well ngabisin
tenaga, biar presiden yang ngurus. Lagi, obrolan orang dewasa karbitan dengan
partner gumoh lanangan lucu kemudian ndilati gumohane meneh, sebut saja si Anu2.
Aku tau, kita ini dalam masa melepas status remaja gerang menjadi dewasa
stadium 1 jadinya ya wajar aja kalo jadinya kaya gini. You know ternyata bener
apa kata iklan 3, jadi orang gede itu menyenangkan tapi susah dijalanin. Omonganmu
menentukan karaktermu. Hah malesin sekali bicara masalah karakter dan
kepribadian. Enak kali ya jadi anak kecil lagi yang kalo ngomong nggak usah pake
mikir, mau eek mau pipis mau jilat-jilat pantat temen atau mau ngocok sekalipun
bebas, nggak ada sesuatu yang harus dikontrol. No gengsi no jaga imej no
pencitraan no menjaga nama baik keluarga, almamater, instansi dan blah blah.
Kawin sekali bro. Saat menginjak masa-masa kaya gini tuh yang harus dilakukan
adalah bersyukur lalu bersyukur lagi lalu bersyukur lagi hingga akhirnya rasa
syukur itu bisa mengubahmu ke jalan yang lurus lagi. Dan itu nggak simpel dong.
Semacam berputar pada satu siklus yang tak kunjung usai. Hauum. Hauum meneh. Apa
hidup ini hanya sekedar permainan perasaan? Nggak mau sok tau tentang hidup,
nanti ndak kualat sama yang di atas.
Tuhan, ini yang Kau kirimkan
disebut teman atau setan? BIG BIGGER BIGGEST THANKS GOD :*