Minum kopi dulu kalo mau baca, aturannya boleh ngantuk nggak boleh tidur.
Hello, how's your holiday? Mine? Is absolutely cool. So many people said that im going to somewhere with my funny boyfriend and we do something called honeymoon. Huft, how many times should i tell you guys that im still ori and fully equipped with all of spare parts i have. Its oke, its not the main problem of my life, thanks for not judging me again.
Maybe you think, Wots? Banyuwangi? What will you do there? Is there any beautiful place to visit? Hmm, you don't say. You know, we found some little pieces of heaven here. Kemudian tiba-tiba pake bahasa Indonesia.
Sebelumnya kalian tau nggak sejarah kota banyuwangi? Pura-pura nggak tau aja biar aku ceritain. Jadi jaman dahulu kala ada seorang putri bernama Sri Tanjung. Dia sedang hamil akibat perbuatan suaminya namanya Raden Bantrerang, namun sayang suaminya yang nggak tau diri itu mengira kalau janin dalam rahim si putri sinden panggung itu bukan hasil pembuahan dari spermanya melainkan hasil perselingkuhan dengan pak RT (Sori lebay jaman dulu belum ada RT). Lalu si suami membawa istrinya ke sunga dan berniat membunuh putri cantik yang malang itu dengan sumpah "Jika darah yang mengalir di sungai ini amis memang janin ini bukan anakmu tapi jika berbau harum maka janin ini adalah anakmu". Dasar lelaki tokek belang bilang aja alibi biar bisa kawin lagi (Jadi dia itu manusia apa tokek sih? Maaf nggak lucu). Kemudian setelah dibunuhnya putri yang cantik itu maka mengalirlah darah ke sungai yang berbau wangi, dari situlah asal muasal kota Banyuwangi. Lebih malang lagi sekarang si putri menjelma menjadi kereta api...
Hari pertama we're going to Kali Bendo. Sebelum sampe ke Kali Bendo ini kita lewat di daerah rumah adat suku Osing, suku asli Banyuwangi bro, rumahnya lucu-lucu bro, model depan rumahnya hampir sama semua trus memanjang ke belakang, kaya rumah-rumah tua belanda lucu-lucu banyak hantunya gitu bro. Oke, jadi Kali Bendo itu adalah air tejun yang masih alami banget. Terletak di PT perkebunan Kali Bendo Glagah yang jaraknya 25 km dari Kota Banyuwangi. Derah ini masih berada pada jalur perjalanan utama menuju gunung Ijen. Airnya bro segar dingin nggak pake madu, udaranya suejuk, dan masih berdinding semacam taneman purbakala gitu hih serem2 seger. Untuk sampai ke air terjun utama jangan kira tinggal nyebrang dari tempat parkir trus sampe, kita harus trekking dulu kurang lebih 20 menit normalnya, untuk ukuran orang gendut ya kira2 dua hari trekking haha. Tapi ati2 bro banyak monyet berkeliaran dan siap menyambar jiwa-jiwa yang jomblo HAHAHAHA. Oiya satu lagi selain monyet kalian bakal nemuin banyak mesum corner. Huh nggak modal banget mesum di hutan.
Next day, berangkat kita ke Pulau Merah. Jaraknya 60km dari kota Banyuwangi, ya sekitar 2,5 jam lah. Pulau Merah adalah sebuah pulau berbentuk bukit kecil dekat pantai dengan pantai berpasir putih dan tanah yang warnanya merah. Jaraknya ya kurang lebih 15 m dari bibir pantai, itu kalo surut. Masih segaris sama pulau merah itu ada rumah pohon yang diiket di pandanus yang bentuknya you know lah, kalo udah nongski disitu bakal betah banget karna angin sepoi-sepoi dan pemandangannya yang spektakuleeeer. Yang bikin aku terkejut tak berdaya di pantai ini yaitu harga kelapa muda Rp 15rb bro, 2 kali lipat dr harga kelapa muda termahal di Jogja, padahal banyak pohon kelapa disana. Huh berasa ditipu. Oiya kalau lagi pasang banyak bule hitam maupun bule putih surfing disini, bagi kamu yang nggak punya papan selancar aku saranin bawa papan tulis aja lumayan buat payungan, panasnya pantai banget bro~
Entah hari ke berapa, the next destination is Alas Purwo. Tempat yang terlalu sakral untuk diceritakan. Untuk bisa sampai Alas Purwo ini harus melewati hutan dengan jalanan yang berhasil bikin pantat panas dan hampir keluar ampasnya, setelah melewati hutan mulu sampe bego baru ketemu gerbang Alas Purwo, ya, baru gerbangnya. Cuma dengan bayar tiket masuk 3rb rupiah bro kalian bisa sepuasnya njelajahin hutan yang bau menyan itu. Hii. Di hutan ini kalian bisa nemuin banyak pura sakral yang masih sering dipakai umat hindu untuk beribadah, trus ada tempat namanya Sadengan semacam padang rumput luaaas banget yang kalo sore banyak banteng sapi dan saudara-saudaranya pada ngumpul semua disitu, berasa di Afrika gitu. Trus ada pantai juga yang tentunya sakral. Yang paling sakral dari semua tempat disini adalah goa. Menurut warga sekitar, Kawasan Taman Nasional Alas Purwo mempunyai banyak goa, hingga saat ini terdidentifikasi ada 44 buah goa. Wisata Goa yang terdapat di Taman Nasional Alas Purwo diantaranya Goa Istana, Goa Mayangkoro, Goa Padepokan, Goa Basori dan Goa Jepang. Goa-goa itu tidak bisa ditempuh dengan kendaraan, hanya boleh jalan kaki paling deket 2km. Konon katanya di goa Istana adalah tempat disimpannya harta Bung Karno dan Bung2 lainnya, makanya banyak orang bertapa disini biar sakti dan bisa menembus ke dimensi kehidupan lain trus ngambil harta itu. Ada yang bertapa saking saktinya sampe nggak bisa dilihat secara kasat mata. Orang kesini macem2 tujuannya, ada yang sekedar piknik, ada yang bawa keluarganya sekampung bawa wajan kompor dsb nggak tau mau lomba masak tingkat RT kali, ada yg jauh-jauh kesini mau cari pesugihan dsb. Gilee yang ada merinding doang disini. Di deket basecamp ini ada pantai bro, dan yang paling pecah baru kali ini nemuin ada kijang di deket pantai. Satu lagi, kita ketemu sama dewanya pertapa disini, udah 30 tahun bro di goa gila lo ngapain aja mas, jenggot sama rambutnya udah kaya pendekar di film Mak Lampir. Masih banyak bro tempat-tempat indah kaya TN Baluran, TN Meru Betiri, wilayah konservasi penyu Sukamade, G-Land, Teluk Penyu, Gunung Ijen, banyak deh next time lah harus kesini lagi.
Baru kali ini 2 minggu liburan ke luar kota dan ngerasa pengen cepet-cepet pulang. Ternyata yang namanya liburan itu ada jenuhnya juga bro, nggak melulu seneng-seneng, belanja-belanja, foto sana foto sini pamerin ke temen biar iri, makan yang enak-enak, habis itu udah. Di rumah bentar udah gatel aja pantatnya pengen going samwer, giliran udah pergi akhirnya kangen juga sama rumah walaupun di rumah ya nggak dibutuhin amat. Maklum masih manusia. Ya walaupun liburan kali ini belum sempet diving lucu sama ikan hiu yang segede gaban itu setidaknya waktuku nggak habis cuma buat scroll atas scroll bawah keypad bb. Finally I know why birds stay in the same place when they can fly everywhere on the earth.
The most precious momment is when we meet Adit and his strong mom. Ibunya Adit yang nggak kenal kata capek buat kerja keras. Bagi beliau, strength is life and weakness is death. Makasih buat Adit dan ibunya yang udah mau direpotin kasur dan beras dan kering tempe yang enak banget itu dan jajanan toko asal comot dan seeemuanya. Makasih juga buat Trias temennya Adit yang mirip nekong ituh. Thanks to pacar akuh yang lucu kaya ikan fugu, nggak ngerti isi dalem perutmu apa kok bisa sabar banget jadi orang.
Orang tu beda-beda, kadang ada yang udah keliling dunia tapi nggak ada passion buat nulis, kadang ada juga yang baru kemana dikit nulisnya udah heboh banget contohnya aku. Nggak papa itung2 nyiapin cerita buat anak cucu :")
Hello, how's your holiday? Mine? Is absolutely cool. So many people said that im going to somewhere with my funny boyfriend and we do something called honeymoon. Huft, how many times should i tell you guys that im still ori and fully equipped with all of spare parts i have. Its oke, its not the main problem of my life, thanks for not judging me again.
Maybe you think, Wots? Banyuwangi? What will you do there? Is there any beautiful place to visit? Hmm, you don't say. You know, we found some little pieces of heaven here. Kemudian tiba-tiba pake bahasa Indonesia.
Sebelumnya kalian tau nggak sejarah kota banyuwangi? Pura-pura nggak tau aja biar aku ceritain. Jadi jaman dahulu kala ada seorang putri bernama Sri Tanjung. Dia sedang hamil akibat perbuatan suaminya namanya Raden Bantrerang, namun sayang suaminya yang nggak tau diri itu mengira kalau janin dalam rahim si putri sinden panggung itu bukan hasil pembuahan dari spermanya melainkan hasil perselingkuhan dengan pak RT (Sori lebay jaman dulu belum ada RT). Lalu si suami membawa istrinya ke sunga dan berniat membunuh putri cantik yang malang itu dengan sumpah "Jika darah yang mengalir di sungai ini amis memang janin ini bukan anakmu tapi jika berbau harum maka janin ini adalah anakmu". Dasar lelaki tokek belang bilang aja alibi biar bisa kawin lagi (Jadi dia itu manusia apa tokek sih? Maaf nggak lucu). Kemudian setelah dibunuhnya putri yang cantik itu maka mengalirlah darah ke sungai yang berbau wangi, dari situlah asal muasal kota Banyuwangi. Lebih malang lagi sekarang si putri menjelma menjadi kereta api...
Hari pertama we're going to Kali Bendo. Sebelum sampe ke Kali Bendo ini kita lewat di daerah rumah adat suku Osing, suku asli Banyuwangi bro, rumahnya lucu-lucu bro, model depan rumahnya hampir sama semua trus memanjang ke belakang, kaya rumah-rumah tua belanda lucu-lucu banyak hantunya gitu bro. Oke, jadi Kali Bendo itu adalah air tejun yang masih alami banget. Terletak di PT perkebunan Kali Bendo Glagah yang jaraknya 25 km dari Kota Banyuwangi. Derah ini masih berada pada jalur perjalanan utama menuju gunung Ijen. Airnya bro segar dingin nggak pake madu, udaranya suejuk, dan masih berdinding semacam taneman purbakala gitu hih serem2 seger. Untuk sampai ke air terjun utama jangan kira tinggal nyebrang dari tempat parkir trus sampe, kita harus trekking dulu kurang lebih 20 menit normalnya, untuk ukuran orang gendut ya kira2 dua hari trekking haha. Tapi ati2 bro banyak monyet berkeliaran dan siap menyambar jiwa-jiwa yang jomblo HAHAHAHA. Oiya satu lagi selain monyet kalian bakal nemuin banyak mesum corner. Huh nggak modal banget mesum di hutan.
Air terjun utama Kali Bendo
Mandra dan Atun
Anak sungai Kali Bendo yang nggak kalah seger
Adit sang pencerah
Dari google sob
Adit- Pacar aku yang lucu- Trias yang mirip nekong
Duh celananya itu lho, ijo
Awas ada anak gaul
Hayo tebak ini punggung atau perut?
Entah hari ke berapa, the next destination is Alas Purwo. Tempat yang terlalu sakral untuk diceritakan. Untuk bisa sampai Alas Purwo ini harus melewati hutan dengan jalanan yang berhasil bikin pantat panas dan hampir keluar ampasnya, setelah melewati hutan mulu sampe bego baru ketemu gerbang Alas Purwo, ya, baru gerbangnya. Cuma dengan bayar tiket masuk 3rb rupiah bro kalian bisa sepuasnya njelajahin hutan yang bau menyan itu. Hii. Di hutan ini kalian bisa nemuin banyak pura sakral yang masih sering dipakai umat hindu untuk beribadah, trus ada tempat namanya Sadengan semacam padang rumput luaaas banget yang kalo sore banyak banteng sapi dan saudara-saudaranya pada ngumpul semua disitu, berasa di Afrika gitu. Trus ada pantai juga yang tentunya sakral. Yang paling sakral dari semua tempat disini adalah goa. Menurut warga sekitar, Kawasan Taman Nasional Alas Purwo mempunyai banyak goa, hingga saat ini terdidentifikasi ada 44 buah goa. Wisata Goa yang terdapat di Taman Nasional Alas Purwo diantaranya Goa Istana, Goa Mayangkoro, Goa Padepokan, Goa Basori dan Goa Jepang. Goa-goa itu tidak bisa ditempuh dengan kendaraan, hanya boleh jalan kaki paling deket 2km. Konon katanya di goa Istana adalah tempat disimpannya harta Bung Karno dan Bung2 lainnya, makanya banyak orang bertapa disini biar sakti dan bisa menembus ke dimensi kehidupan lain trus ngambil harta itu. Ada yang bertapa saking saktinya sampe nggak bisa dilihat secara kasat mata. Orang kesini macem2 tujuannya, ada yang sekedar piknik, ada yang bawa keluarganya sekampung bawa wajan kompor dsb nggak tau mau lomba masak tingkat RT kali, ada yg jauh-jauh kesini mau cari pesugihan dsb. Gilee yang ada merinding doang disini. Di deket basecamp ini ada pantai bro, dan yang paling pecah baru kali ini nemuin ada kijang di deket pantai. Satu lagi, kita ketemu sama dewanya pertapa disini, udah 30 tahun bro di goa gila lo ngapain aja mas, jenggot sama rambutnya udah kaya pendekar di film Mak Lampir. Masih banyak bro tempat-tempat indah kaya TN Baluran, TN Meru Betiri, wilayah konservasi penyu Sukamade, G-Land, Teluk Penyu, Gunung Ijen, banyak deh next time lah harus kesini lagi.
Maaf mbak itu paha atau penampakan ular piton
Salah satu pura yang ada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, masuk nggak ya
Sadengan, yang kaya di afrika itu~
Cie seneng banget liat aku :3
Persahabatan kijang dan anak gajah
Baru kali ini 2 minggu liburan ke luar kota dan ngerasa pengen cepet-cepet pulang. Ternyata yang namanya liburan itu ada jenuhnya juga bro, nggak melulu seneng-seneng, belanja-belanja, foto sana foto sini pamerin ke temen biar iri, makan yang enak-enak, habis itu udah. Di rumah bentar udah gatel aja pantatnya pengen going samwer, giliran udah pergi akhirnya kangen juga sama rumah walaupun di rumah ya nggak dibutuhin amat. Maklum masih manusia. Ya walaupun liburan kali ini belum sempet diving lucu sama ikan hiu yang segede gaban itu setidaknya waktuku nggak habis cuma buat scroll atas scroll bawah keypad bb. Finally I know why birds stay in the same place when they can fly everywhere on the earth.
The most precious momment is when we meet Adit and his strong mom. Ibunya Adit yang nggak kenal kata capek buat kerja keras. Bagi beliau, strength is life and weakness is death. Makasih buat Adit dan ibunya yang udah mau direpotin kasur dan beras dan kering tempe yang enak banget itu dan jajanan toko asal comot dan seeemuanya. Makasih juga buat Trias temennya Adit yang mirip nekong ituh. Thanks to pacar akuh yang lucu kaya ikan fugu, nggak ngerti isi dalem perutmu apa kok bisa sabar banget jadi orang.
Orang tu beda-beda, kadang ada yang udah keliling dunia tapi nggak ada passion buat nulis, kadang ada juga yang baru kemana dikit nulisnya udah heboh banget contohnya aku. Nggak papa itung2 nyiapin cerita buat anak cucu :")

