January 10, 2014

He's Gonna Calls Me Mom

Perempuan yang iri pada rembulan
Kau tahu,
Kau tak perlu repot-repot menghias foto dirimu dengan senyuman atau raut muka buatan.
Atau memperbaikinya dengan software editing foto terbaru.
Kau sejatinya adalah kecantikan itu sendiri.
Dan keindahanmu tak dapat terbingkai oleh foto yang membekukan ruang dan waktu.

Kau tahu,
Kau tak perlu luangkan waktu untuk menghias wajahmu dengan make up.
Atau menggunakan berbagai perawatan kulit agar tubuhmu sehalus beludru.
Kau sejatinya adalah kecantikan itu sendiri.
Dan kekuatanmu tak dapat terlukis oleh cat-cat semu yang mahal bernama dandan.

Kau tahu,
Kau tak perlu habiskan uangmu untuk membeli baju, tas, sepatu model baru. 
Atau mengikuti cara orang lain berpakaian dan membuat mata orang lain tertuju padamu.
Kau sejatinya adalah kecantikan itu sendiri.
Dan keelokkanmu tak dapat dikekang oleh selera fashion siapapun.
  
Kau tahu,
Kau tak perlu pamerkan segala dari bagian tubuhmu. 
Atau mencoba-coba menyetarakan dan menyamakan dirimu dengan laki-laki melalui logika yang dipaksa.
Kau sejatinya adalah kecantikan itu sendiri.
Dan kesempurnaanmu tak dapat tertandingi oleh siapapun di dunia ini.

Ah, kau tak tahu?
Coba pikirkan lagi berkat ini: 
Apa tujuanmu hidup di dunia padahal kamu tahu Tuhan (meski kau tidak percaya kehadirannya dan tak mau hidup dalam sistem religinya) telah menciptakan takdirmu bersama kelahiranmu? 
Dan kenapa kamu dilahirkan jika pada akhirnya kamu tidak percaya pada kekuatan yang membuatmu lahir?

Ya karena kamu istimewa!
Kan jika bukan kamu,
Tak kan imbang laki-laki memelihara manusia sendirian? 
Manusia-manusia yang akan memanggilmu, ibu? Mama? Bunda? Ummi?
Keistimewaanmu yang akan membuat manusia-manusia ini menjadi istimewa pula.

Coba pikirkan lagi.
Dan syukuri.
Wahai perempuan yang iri pada rembulan...

By temen yang diam-diam keren Fata Nurhaliza
 

Template by Best Web Hosting