September 29, 2013

Peace Like Home

Cuma di rumah bisa jalan kesana kemari pake kolor sama kaos oblong anyep
Cuma di rumah bisa melepas penat sehabis kuliah-main-kuliah-main seharian
Cuma di rumah bisa tidur pules habis panas2 seharian berburu diskon akhir pekan
Cuma di rumah bisa lari-lari pake celana dalem doang kalo abis mandi lupa nggak bawa baju ganti 
Cuma di rumah bisa masak mie goreng sambil ngguntingin rambut titit di atas tong sampah dapur 
Cuma di rumah bisa nangis sekenceng2nya gara2 nggak kebagian gorengan sampe tetangga keluar semua
Cuma di rumah bisa nonton tivi sambil ngangkang sampe robek
Cuma di rumah bisa nyetel musik sampe atap jebol 
Cuma di rumah bisa konser di depan kaca habis mandi cuma pake celdam sama kotangan doang
Cuma di rumah bisa makan minum sepuasnya tanpa harus mikirin dompet 
Cuma di rumah bisa konser tunggal telanjang di kamar mandi sampe telakmu pedot
Cuma di rumah bisa ngutilin duit dari dompet nggak tau punya siapa 
Cuma di rumah bisa boker ber jam-jam


Semua kenangan menggelikan itu,

Meja makan yang lengket dan baunya yang tak tergantikan
Suara tokek-tokek besar asyik bercumbu di belakang lemari tua
Cangkir-cangkir kopi di sudut meja belajar dan kadang ada cicaknya
Foto wisuda yang sudah jamuran itu
Celana-celana jins bau yang bergantungan 
Sepatu-sepatu berserakan
Pempers yang menumpuk di pojokan kamar mandi 
Biskuit sisa lebaran yang tak kunjung habis

Akan ada titik dimana kamu merasa bosan dengan semuanya, terlalu hafal pada siklus yang tidak berputar. Penuh. Jenuh. Pulanglah, pulang ke suatu tempat yang kamu sebut sebagai rumah, apapun dan dimanapun itu. Staying for real comfort, peace like home


September 15, 2013

Mereka

Biarkan orang-orang itu menertawakan apa yang kamu lakukan, yang kamu bicarakan, kesibukanmu, hobimu, tulisanmu, dan semua tentang kamu. Mereka terlalu sibuk melecehkan dan menertawakanmu hingga tidak sadar bahwa mereka adalah diri kamu sendiri.

September 8, 2013

Serigala Berbulu Domba

Kadang secara tidak langsung apa yang disebut teman atau sejenisnya itu bisa menghambat karir. Bukan karir, lebih ke semacam mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan. Mereka itu bisa mengakibatkan penyakit yang disebut gengsi, jadi mau ini itu jadi gimana gitu. Misalnya dengan kata-kata 'Yaelah bro selo dikit napa jadi orang' atau 'Hidup lo nggak nyantai amat'. Shh. Brader and sister, standar santai di antara kita nggak bisa disamain dong. Sebenernya komentar macam di atas nggak usah terlalu dipusingkan, toh juga nggak ada yang bisa nebak masa depan seseorang besok gimana. Bisa jadi orang yang sekarang kamu sebut hidupnya nggak nyantai atau cupu atau sok-sok an atau segala macem itu besok ternyata jadi presiden. Bisa jadi kamu yang sekarang ngaku hidupnya santai keren dan gaul besok ternyata di masa depan parameter kebahagiaanmu lebih rendah daripada orang yang kamu bilang cupu itu. Who's care? Keep in your own way, tapi nggak ada salahnya juga belajar dari pengalaman orang lain, menilai dari berbagai sudut pandang agar tidak picik dan sedikit lebih bijaksana. Kejar terus maumu apapun itu hingga hanya kebahagiaan dan kepuasan yang tersisa. Setelah itu kamu bisa beli itu mulut-mulut yang dulu menertawakanmu. 

 

Template by Best Web Hosting