March 28, 2013

Camping Ceria~

Di sela kesibukan yang padat dan kenyal, berlibur bersama orang-orang selo macam ini menjadikan otak seperti diklik kanan-refresh-f5 tekan terus sampe amnesia. 

Pantai Jogan Gunung Kidul, disini kamu bisa lihat kambing di tengah lautan, memancing lobster, melihat pelangi di antara pecahan ombak, dan bermandikan segarnya air terjun dan itu semua gratis yu no.  Camping ceria~

Random

Saat orang-orang itu sudah duduk manis dalam kereta menempuh perjalanannya masing-masing, aku masih dalam perjalanan menuju Stasiun Lempuyangan, bahkan hampir mengurungkan niatku untuk berpergian terlalu jauh. Entah~

March 23, 2013

By Utin

Nangis aja kemudian nangsi banget baca ini:

Monolog Diriku tentang Jilbab 

Aku yang sekarang tak pernah terbayang oleh aku beberapa tahun yang lalu, terlebih tentang apa yang aku pakai. Dan percayalah, tidak ada satu pun temanku yang kelakuannya lebih mengerikan dari aku yang dulu. Aku termasuk orang yang sering berpikiran miring tentang wanita sholihah berjilbab lebar dan tak mau disentuh oleh lelaki yang bukan mahramnya. Banyak sekali pikiran memprihatinkan dibenakku saat itu.

Tentang jilbab, aku tahu itu suatu kewajiban bagi setiap hamba dari sang Maha Pengasih. Dan aku tahu aku pasti menunaikannya suatu saat. Tapi saat itu yang terpikir olehku bukanlah jilbab yang seharusnya, melainkan hanya selembar kain yang menutupi kepala hingga leher. That’s all.

Setelah mengalami banyak peristiwa yang menguras batin, dan setelah semakin jauh perjalananku, aku semakin sadar bahwa pikiranku selama ini salah. Bahwa apa yang aku gunakan tidak sama sekali dapat dikatakan cukup memenuhi kebutuhanku sendiri. Sekarang aku sedang dalam perjalanan untuk memperbaiki segalanya. Apa yang aku pakai sekarang lebih aku tujukan untuk menghargai dan menghormati diriku sendiri sebagai seorang perempuan bermartabat dan beradab. Bersentuhan dengan yang bukan mahram pun aku kurangi demi menghormati diriku.

Alasan lainnya karena aku mengharapkan seorang imam yang terbaik dari Yang Maha Penyayang. Dan hampir semua orang tahu bahwa hanya perempuan baik-baik yang pantas mendapatkan lelaki baik-baik. Itu jelas tercantum dalam Al-Qur’an, jadi jelas tak ada yang dapat membantahnya. Alasan terakhir yang paling menguatkan aku untuk bertahan dalam perjalanan ini adalah cinta, cintaku pada lelaki-lelaki yang bertanggung jawab atas diriku. Mereka adalah ayah, saudara laki-laki, suami dan anak lelakiku. Aku tidak ingin menambah beban kakak-kakakku, dan aku pun tidak ingin kelak menjadi istri dan ibu yang menyusahkan suami dan anak lelakiku, yang walaupun belum berwujud nyata, tapi pasti akan sangat aku cintai.

But most of all, cintaku kepada almarhum ayahku. Aku yakin beliau sudah tenang di sana. Dan untuk kalian ketahui, kepergian ayahku tidak pernah mengurangi cintaku untuknya, bahkan justru semakin memperjelas kecintaanku padanya. Semenjak dia menghadap Allah, aku semakin sering berdo’a untuknya, meningkatkan ibadah dan berusaha menjaga dan membahagiakan ibuku untuknya. Dan tentang diriku saat ini, dialah alasan terkuat. Aku sungguh mencintainya dan tak ada satupun hal yang dapat aku lakukan untuk membuktikan itu selain menjaga kehormatannya dan menjadi anak yang sholihah demi kebahagiaannya.

Bagi kalian anak perempuan dari semua ayah, percayalah kalian pasti akan menyesal seperti aku dulu saat menghadapi kenyataan tak dapat menunjukkan cinta kepada ayah saat ia masih bernafas. Tapi percayalah kalian tidak akan menyesal saat kalian tahu bahwa kesempatan menjadi anak yang sholihah tidak akan pernah tertutup. Maka dari itu, perbaikilah apa yang belum baik, tingkatkan apa yang sudah baik, setidaknya demi mereka yang kita cintai :)

By: utinelsya 

Dear bapak, maafin anakmu yang sering pulang malem saat tetangga depan rumah lagi ngadain pengajian :'( 
Maaf untuk saat ini cuma bisa minta maaf.

March 18, 2013

Sick Golden Ways


Apa? Kita mati-matian sibuk untuk akademik organisasi bekerja dan bersosial ria, sedangkan kunci sukses cuma itu. Kalo kaya gini rasanya pengen jadi gunung aja </3

Anak Kopong

Aku nggak paham sama dunia ku, passion ku. Tiba-tiba semua random dan nggak fokus. Semua doa dan nasehat mereka, tentang belajar yang rajin, tentang jaga diri baik-baik,   jangan berbuat maksiat, jangan melakukan hal yang sia-sia, sholat tepat waktu, jaga perkataan, semua cita-cita mereka tentang menjadi peneliti hebat lah, mentri lah, pemimpin hebat masa depan lah. Ah. Bahkan aku nggak melakukan satupun dari semua itu. 

Dilahirkan dari keluarga baik-baik, agamis, sosialis. Nenek moyangku seorang pelaut, Ibuku ibu rumah tangga paling hebat di dunia bapakku bapak rumah tangga terhebat setelah ibu. Mereka orang tua terhebat dari kecil ngajarin agama dengan sedemikian rupa sehingga harapannya aku bakal jadi wanita solehah berpendidikan tinggi dan berperilaku baik. Hmmmmmm...

Nggak tau akhir-akhir ini miris aja kalo liat orang tua, nggak kuat ngeliatin mereka lama-lama. Rasanya nyesek aja kalo inget apa yang udah aku kasih buat mereka yang doanya selalu mengalir dalam setiap untaian doanya (pie iki bahasane-_-) Intinya gitu, semacam ZONK. 

Bersambung...
 

Template by Best Web Hosting