September 28, 2015

Obrolan di warung kopi

Aku suka saat kita ngobrol-ngobrol lucu di coffee shop favorit kita, Lecker depan pom bensin Cokroaminoto, meja favorit kita, sebelah kanan pintu masuk ruang bagian dalam, dengan kursi terbuat dari rotan beralaskan bantal setebal buku Campbell empuk dan lebar yang muat buat pantatmu. Kita berdua dibawah lampu temaram, kamu dengan menu favoritmu Cafe Latte dan aku dengan menu favoritku juga, Cafe Latte sama denganmu. Banyak hal yang kita bicarakan, obrolan ringan ala-ala orang selo tidak begitu bermakna tapi cukup membuat kami nyaman mulai dari rencana perselingkuhanku, pencarian pacar baru buat kamu, rencana honeymoon keliling Europe, rencana kamu mau jualan mendoan saat aku kuliah s3 di Amerika, liburan ke Banda Neira aku asik snorkeling dan kamu cuma liatin dari kapal karna nggak bisa berenang dan nggak ada pelampung yang muat buat kamu, janji-janji yang kayanya nggak bakal terwujud kaya aku bakal beliin kamu apa aja yang kamu minta asal bisa kurus minimal se-Beradib sampe obrolan nggak mutu macam ulang tahunku dipindah 3 bulan lebih awal karna aku tahu kamu bakal beliin aku sepatu impianku, Docmart Red Cherry 1460 3 hole made in England. Kadang hidup ini terlalu eman-eman kalau hanya untuk membicarakan hal-hal yang serius melulu. KADANG.

 

July 22, 2015

Madura Punya Cerita

Udah hampir dua puluh satu tahun nggak pernah mudik, maklum lahir di Jogja, sekolah dari jaman ingusan sampe mimisan karena kuliah nggak kelar-kelar juga di Jogja. Sempet desperate gara-gara temen-temen pada mudik, bukan karena ditinggal dan kesepian tapi iri setengah mati karna nggak bisa mudik kaya mereka. Kan seru ya udah lama nggak ketemu keluarga trus mudik, lebaran bareng, kangen-kangenan lucu kaya di iklan-iklan teh celup atau sirup marjan. Bukannya nggak bersyukur karena keluarganya disitu situ aja tapi mungkin karena dorongan keburu pengen berkeluarga sendiri, hm apalah ini. Akhirnya pada H+1 lebaran ada yang ngajakin kabur ke antah berantah sebut saja Menok, mahasiswa lulusan D3 Ekonomi UGM yang lulus dengan predikat DO dan sedang merintis usaha ternak ikan koi. Untung juga punya orang tua yang sistem birokrasinya nggak ribet, hobi kabur-kaburan pun jadi semakin lancar. Tanpa banyak babibu berangkat kita menuju kota celurit, Madura. Setelah ditanya ngapain kesana dia jawab dengan santai mau ngopi sama temen lama, oke masih masuk akal. Terkadang jadi orang yang dianugerahi tidak bisa berpikir panjang sebelum bertindak itu ada untungnya. Temen, pengalaman, keluarga, dan rumah baru. 

Bukit Jaddih, tanah tambang kapur yang keren bet
Cahaya dari sorga
Nama: Maria, Hobi: Fotoin pohon
Udah siap diposting ke instagram
Nenek moyang
Warung kopi paling hits di pelabuhan timur
Tapi bukan aku~
Syahdu pagi di pelabuhan 
Ay-ay Captain!
When your ship doesn't come, swim to it (Fodechon, 2011)
Another view of Jaddih
Ada embungnya
Tempat nongkrong favorit: Pelabuhan barat

Menurutku, kepuasan itu nggak melulu tentang piknik dan mengunjungi tempat-tempat indah tapi lebih bagaimana kita bisa memanage kebahagiaan dimanapun kita berpijak. 

Terimakasih kepada teman-teman Menok, Dika, Rendi, Andi, Kikik, Janu, Helmi, Fahmi, Sofyan, Lulu, Aldi, Alan, dan semuanya. 
Terimakasih atas 2 hari yang unpredictable ini.
Untuk Tuhan, trimakasih masih mengijinkanku berpijak dan memberi kesempatan untuk berproses.   

July 3, 2015

My Yo-ho-ho


Lord, thanks for creating this snorers. Save him for my groom. 

May 6, 2015

Jangan Lupa Bersyukur

Rasanya pengen bunuh diri setelah servis hape habis hampir satu jeti. 
Pertama, karena biaya terlalu mahal untuk ukuran mahasiswa yang harus cari duit sendiri karena sadar cuma punya bapak satu dan punya lima bersaudara yang ternyata semuanya nggak doyan makan batu. Btw, paling benci kalau harus ngeluarin kocek gede yang it's not supposed to do, karena nanti ujung-ujungnya bakal muncul kata-kata "Coba gue nggak kelaut, kan nggak bakal nyemplung tu hp, mending duitnya gue tabung buat beli sate kuda pojok perempatan bonbin." Thanks God im still human. 
Kedua, ini yang sedih. Disaat nungguin servis hape kelar, tiba-tiba ada orang dateng dengan hp Nokia jadul dengan keypad yang menyedihkan. "Mas, ini hape saya kok nggak ada sinyal terus ya?" 

Sedih, pengen bunuh diri. 
Disaat sibuk menggerutu karena biaya servis yang mahal, ternyata masih ada orang yang punya hp dengan keypad yang menyedihkan. Aku tahu ini hanya cerpen dengan tema 'bersyukur' yang tidak konstan dan akan terulang lagi, lagi, dan lagi. 


January 28, 2015

Restart

Many things happen in my life bro. Bahagia, sedih, sedih banget, jomblo, kacau, bingung, mabuk, pengen bunuh orang, makan ginjal kucing, iri, senang, membuncah, flying to the moon, berdosa, misuh, dingin, takut, resah dan gelisah, menunggu disini di sudut sekolah~ Tiba-tiba udah tahun 2015 aja.

Jangan pernah bandingin apapun yang udah kita dapet dengan orang lain, apapun siapapun dan kapanpun, karena hal itu seperti membandingkan antara langit dan bumi, atau antara kera dan rambutan, atau upil dan tai, sama-sama kotoran tapi beda substansi. Oke terserah.  Memang bener kata orang-orang bijak, bersyukur itu kunci kebahagiaan. Semua orang tahu tapi cuma sebagian kecil yang tempe. Sori, mencoba ngelawak setelah berlelah-lelah ria menertawakan hidup sendiri. Permasalahan yang tak ada ujungnya. Sendu liat temen liburan kemana-mana tapi kamu cuma bisa scroling instagramnya sambil terjun bebas ke jurang nestapa, atau ikut bahagia padahal iri setengah mati pengen bunuh liat temen yang bisa publikasi ke luar negri sedangkan kamu cuma bisa searching infonya aja tanpa berusaha sedikitpun mencoba menyelesaikan full papermu. Hello, pantes aja hidup gitu-gitu doang. Semua orang pengen sukses, bahkan orang yang ngaku hidupnya paling selo dan paling let it flow ajalah broh pasti nggak pengen dong hidupnya dihabisin dengan hal-hal yang itu itu aja. Sampai kapan mau mencampakkan cita-citamu yang bahkan kamu sendiri nggak tau apa yang kamu cita-citakan? Better late than never bro, move on from your fucking comfortable zone, mulai menata hidup, rencanakan sesuatu, tulis resolusimu di tahun 2015 ini-apapun, berusaha mencoret satu per satu, capek istirahat tapi tetep konsisten, wayahe udut yo udut wayahe kerjo yo kerjo. The point isn't what will you get later but how you fight for it. Oke, semangat masuk surga!

September 21, 2014

KKN: Kakak Kakak Negara

Banda Neira Maluku Tengah, ditempuh 8 jam dari Ambon dengan kapal Tidar sang pembawa peradaban. 
Ngobrol soal pengabdian masyarakat ibarat orang mau pergi ke kampus, KKN yang cuma 2 bulan ini adalah baru manasin motor, belum apa-apa. Masih harus ngelapin motor, isi bensin ke pom, mampir makan di warteg sebelah pom, belum ke indomaret beli minuman dingin, belum di jalan ketemu banyak bis kota yang kesetanan, belum lagi kena lampu merah yang merah terus. Masih banyak hal yang harus dilalui. Masih harus banyak belajar lagi tentang bagaimana mendengarkan, menjaga omongan, tidak menyakiti dan tidak sok pintar. Umur masih muda, perjalanan masih panjang bro, kalo kata Mario Teguh bertindak dan kemudian salah lebih pasti memperbaiki diri daripada melapuk gelisah dalam keraguan. Bro, keberhasilan KKN ini bukan dinilai dari seberapa banyaknya program yang berhasil disosialisasikan untuk masyarakat, ini tentang perjalanan hati dan emosi, yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai setiap detik waktu bersama mereka dan bergaul dengan segaul-gaulnya. Sori pembicaraan ini memang tidak ada arahnya. 

Rasanya kalo inget Banda Neira itu mak ces di hati. Peace, love, and natural. Never bored to see the sparkling ocean when beautiful sun bear down upon the water. Manjat pohon mangga miring depan pantai, papan cintailah lautku cintailah negriku, belajar memanjat pohon kelapa sama anak-anak pantai, goyang-goyangin jembatan rusak di dermaga, naik kole-kole kecil sambil tos sama air laut, nggak pernah bosen liat dermaga lontor yang airnya hijau tosca itu, mecahin biji kenari, bikin manisan pala, panen cengkeh, naik pokpok sambil ngeliat langit biru yang tak berbatas, makan ikan laut t-i-a-p h-a-r-i, sarapan pentol di pagi hari, ngences liat abang2 hitam berotot, digelitikin sama school fish yang lucu banget, kangen duduk-duduk sama anak-anak selo di Bapa Dul pu para-para, dipelototin mama piara gara-gara sering ngilang malem-malem, kangen dipanggilin ‘KKN’ sama bocah-bocah ingus abadi, makan pentolan alias baksonya orang sana yang segede upil buto itu, joget sama orang-orang gila yang mulutnya udah bau neraka alias mabok, jalan-jalan ke Neira yang banyak peninggalan bersejarah banget dan rumah-rumah lucu yang Belanda banget cin. For the first time in forever duduk di kursinya Bung Hatta, berasa jadi superhero semenit.

Snorkeling di belakang gunung api yang terumbu karangnya WAW, kapan lagi bisa renang-renang sama anak hiu kecil-kecil yang lagi berteduh di Pantai Wali yang airnya anget, bakar-bakar ikan kerapu merah sama ikan papua yang nggak berdosa tiba-tiba dibakar gitu aja. Piknik ke Pulau Syahrir, pulau dimana diasingkannya dulu Bung Syahrir itu sama kompeni Belanda. Tiba-tiba berasa jadi pahlawan lagi. Naik ke Tanjung Seram yang kalo liat ke bawah, air lautnya bro bikin mrebes mili. Kangen mantengin sunset di pantai yang senja jingganya bikin nggak mau pulang. Satu lagi bro, perjalanan panjang mendaki Gunung Api di tengah laut yang super duper mega kokoh tak tertandingi yang curamnya setengah mati, giliran sampe di puncak langsung speechless bisa liat semua pulau di kepulauan Banda yang AWSUM.

Ikut jaga rumpon malem2 sama abang pelaut keren trus mabok semabok maboknya, nggak bakal nyangka kalo yang namanya jaring ikan di rumpon itu bakal setengah mati kaya gitu, for the first time in forever lg bakar ikan di tengah lautan lepas di bawah cakrawala milky-way sambil nahan muntah setengah mati. Bisa bertahan 3 jam diombang ambing sama dahsyatnya gelombang air laut. Bro, ini tu berasa jadi nenek moyang bangeeeet.






























Dear Banda Neira, thanks for every precious things you give, every wonderful sunset and adorable ocean i've never forget, and every greatful moment we've done. Banda, it’s only a dot in map but all the things and memmories will never be forgotten. See you soon, someday.

June 15, 2014

Potongan Kue #5

Hidup ternyata hanya sebuah permainan perasaan. Saat kamu sedang bersemangat sekali mengejar cita-citamu yang tingginya melebihi lapisan eksosfer dan kamu menyingkirkan semua perasaan ragu bimbang takut gagal, kamu terlalu optimis, pantang menyerah dan semacam itu. Kamu bilang ingin mendaki puncak tertinggi dan menyelam ke dasar samudera paling dalam, tetapi kemudian kamu mulai merasa lelah, jenuh, bosan, dan tidak berapi-api lagi dengan komitmen yang sudah kamu buat sendiri. Mulai terpengaruh dengan quote-quote kehidupan mengenai live is freedom, live isn't about the achievement you've got, dan blah blah, mulai tak tertarik dengan cita-cita, mulai menjalani hidup dengan semboyan let it flow lagi. Kemudian saat kamu melihat temanmu sedang memanasi roketnya, kamu hanya bisa terdiam. Entah~

Setidaknya ketika aku sedang tidak tertarik dengan masa depan, aku masih bisa menghibur diri dengan mereka-mereka yang gila dan tidak pernah mengkhawatirkan sesuatu yang masih kabur bernama masa depan. 















THANKS GAES <3

 

Template by Best Web Hosting