Aku suka saat kita ngobrol-ngobrol lucu di coffee shop favorit kita, Lecker depan pom bensin Cokroaminoto, meja favorit kita, sebelah kanan pintu masuk ruang bagian dalam, dengan kursi terbuat dari rotan beralaskan bantal setebal buku Campbell empuk dan lebar yang muat buat pantatmu. Kita berdua dibawah lampu temaram, kamu dengan menu favoritmu Cafe Latte dan aku dengan menu favoritku juga, Cafe Latte sama denganmu. Banyak hal yang kita bicarakan, obrolan ringan ala-ala orang selo tidak begitu bermakna tapi cukup membuat kami nyaman mulai dari rencana perselingkuhanku, pencarian pacar baru buat kamu, rencana honeymoon keliling Europe, rencana kamu mau jualan mendoan saat aku kuliah s3 di Amerika, liburan ke Banda Neira aku asik snorkeling dan kamu cuma liatin dari kapal karna nggak bisa berenang dan nggak ada pelampung yang muat buat kamu, janji-janji yang kayanya nggak bakal terwujud kaya aku bakal beliin kamu apa aja yang kamu minta asal bisa kurus minimal se-Beradib sampe obrolan nggak mutu macam ulang tahunku dipindah 3 bulan lebih awal karna aku tahu kamu bakal beliin aku sepatu impianku, Docmart Red Cherry 1460 3 hole made in England. Kadang hidup ini terlalu eman-eman kalau hanya untuk membicarakan hal-hal yang serius melulu. KADANG.
September 28, 2015
July 22, 2015
Madura Punya Cerita
Udah hampir dua puluh satu tahun nggak pernah mudik, maklum lahir di Jogja, sekolah dari jaman ingusan sampe mimisan karena kuliah nggak kelar-kelar juga di Jogja. Sempet desperate gara-gara temen-temen pada mudik, bukan karena ditinggal dan kesepian tapi iri setengah mati karna nggak bisa mudik kaya mereka. Kan seru ya udah lama nggak ketemu keluarga trus mudik, lebaran bareng, kangen-kangenan lucu kaya di iklan-iklan teh celup atau sirup marjan. Bukannya nggak bersyukur karena keluarganya disitu situ aja tapi mungkin karena dorongan keburu pengen berkeluarga sendiri, hm apalah ini. Akhirnya pada H+1 lebaran ada yang ngajakin kabur ke antah berantah sebut saja Menok, mahasiswa lulusan D3 Ekonomi UGM yang lulus dengan predikat DO dan sedang merintis usaha ternak ikan koi. Untung juga punya orang tua yang sistem birokrasinya nggak ribet, hobi kabur-kaburan pun jadi semakin lancar. Tanpa banyak babibu berangkat kita menuju kota celurit, Madura. Setelah ditanya ngapain kesana dia jawab dengan santai mau ngopi sama temen lama, oke masih masuk akal. Terkadang jadi orang yang dianugerahi tidak bisa berpikir panjang sebelum bertindak itu ada untungnya. Temen, pengalaman, keluarga, dan rumah baru.
| Bukit Jaddih, tanah tambang kapur yang keren bet |
| Cahaya dari sorga |
| Nama: Maria, Hobi: Fotoin pohon |
| Udah siap diposting ke instagram |
| Nenek moyang |
| Warung kopi paling hits di pelabuhan timur |
| Tapi bukan aku~ |
| Syahdu pagi di pelabuhan |
| Ay-ay Captain! |
| When your ship doesn't come, swim to it (Fodechon, 2011) |
| Another view of Jaddih |
| Ada embungnya |
| Tempat nongkrong favorit: Pelabuhan barat |
Menurutku, kepuasan itu nggak melulu tentang piknik dan mengunjungi tempat-tempat indah tapi lebih bagaimana kita bisa memanage kebahagiaan dimanapun kita berpijak.
Terimakasih kepada teman-teman Menok, Dika, Rendi, Andi, Kikik, Janu, Helmi, Fahmi, Sofyan, Lulu, Aldi, Alan, dan semuanya.
Terimakasih atas 2 hari yang unpredictable ini.
Untuk Tuhan, trimakasih masih mengijinkanku berpijak dan memberi kesempatan untuk berproses.
July 3, 2015
May 6, 2015
Jangan Lupa Bersyukur
Rasanya pengen bunuh diri setelah servis hape habis hampir satu jeti.
Pertama, karena biaya terlalu mahal untuk ukuran mahasiswa yang harus cari duit sendiri karena sadar cuma punya bapak satu dan punya lima bersaudara yang ternyata semuanya nggak doyan makan batu. Btw, paling benci kalau harus ngeluarin kocek gede yang it's not supposed to do, karena nanti ujung-ujungnya bakal muncul kata-kata "Coba gue nggak kelaut, kan nggak bakal nyemplung tu hp, mending duitnya gue tabung buat beli sate kuda pojok perempatan bonbin." Thanks God im still human.
Kedua, ini yang sedih. Disaat nungguin servis hape kelar, tiba-tiba ada orang dateng dengan hp Nokia jadul dengan keypad yang menyedihkan. "Mas, ini hape saya kok nggak ada sinyal terus ya?"
Sedih, pengen bunuh diri.
Disaat sibuk menggerutu karena biaya servis yang mahal, ternyata masih ada orang yang punya hp dengan keypad yang menyedihkan. Aku tahu ini hanya cerpen dengan tema 'bersyukur' yang tidak konstan dan akan terulang lagi, lagi, dan lagi.
January 28, 2015
Restart
Many things happen in my life bro. Bahagia, sedih, sedih banget, jomblo, kacau, bingung, mabuk, pengen bunuh orang, makan ginjal kucing, iri, senang, membuncah, flying to the moon, berdosa, misuh, dingin, takut, resah dan gelisah, menunggu disini di sudut sekolah~ Tiba-tiba udah tahun 2015 aja.
Jangan pernah bandingin apapun yang udah kita dapet dengan orang lain, apapun siapapun dan kapanpun, karena hal itu seperti membandingkan antara langit dan bumi, atau antara kera dan rambutan, atau upil dan tai, sama-sama kotoran tapi beda substansi. Oke terserah. Memang bener kata orang-orang bijak, bersyukur itu kunci kebahagiaan. Semua orang tahu tapi cuma sebagian kecil yang tempe. Sori, mencoba ngelawak setelah berlelah-lelah ria menertawakan hidup sendiri. Permasalahan yang tak ada ujungnya. Sendu liat temen liburan kemana-mana tapi kamu cuma bisa scroling instagramnya sambil terjun bebas ke jurang nestapa, atau ikut bahagia padahal iri setengah mati pengen bunuh liat temen yang bisa publikasi ke luar negri sedangkan kamu cuma bisa searching infonya aja tanpa berusaha sedikitpun mencoba menyelesaikan full papermu. Hello, pantes aja hidup gitu-gitu doang. Semua orang pengen sukses, bahkan orang yang ngaku hidupnya paling selo dan paling let it flow ajalah broh pasti nggak pengen dong hidupnya dihabisin dengan hal-hal yang itu itu aja. Sampai kapan mau mencampakkan cita-citamu yang bahkan kamu sendiri nggak tau apa yang kamu cita-citakan? Better late than never bro, move on from your fucking comfortable zone, mulai menata hidup, rencanakan sesuatu, tulis resolusimu di tahun 2015 ini-apapun, berusaha mencoret satu per satu, capek istirahat tapi tetep konsisten, wayahe udut yo udut wayahe kerjo yo kerjo. The point isn't what will you get later but how you fight for it. Oke, semangat masuk surga!
September 21, 2014
KKN: Kakak Kakak Negara
Banda Neira Maluku Tengah, ditempuh 8 jam dari Ambon dengan kapal Tidar sang pembawa peradaban.
Ngobrol
soal pengabdian masyarakat ibarat orang mau pergi ke kampus, KKN yang cuma 2
bulan ini adalah baru manasin motor, belum apa-apa. Masih harus ngelapin motor,
isi bensin ke pom, mampir makan di warteg sebelah pom, belum ke indomaret beli
minuman dingin, belum di jalan ketemu banyak bis kota yang kesetanan, belum
lagi kena lampu merah yang merah terus. Masih banyak hal yang harus dilalui. Masih
harus banyak belajar lagi tentang bagaimana mendengarkan, menjaga omongan,
tidak menyakiti dan tidak sok pintar. Umur masih muda, perjalanan masih panjang
bro, kalo kata Mario Teguh bertindak dan kemudian salah lebih pasti memperbaiki
diri daripada melapuk gelisah dalam keraguan. Bro, keberhasilan KKN ini bukan
dinilai dari seberapa banyaknya program yang berhasil disosialisasikan untuk
masyarakat, ini tentang perjalanan hati dan emosi, yang terpenting adalah
bagaimana kita memaknai setiap detik waktu bersama mereka dan bergaul dengan
segaul-gaulnya. Sori pembicaraan ini memang tidak ada arahnya.
Rasanya kalo inget Banda Neira itu mak ces di hati.
Peace, love, and natural. Never bored to see the sparkling ocean when beautiful
sun bear down upon the water. Manjat pohon mangga
miring depan pantai, papan cintailah lautku cintailah negriku, belajar memanjat
pohon kelapa sama anak-anak pantai, goyang-goyangin jembatan rusak di dermaga,
naik kole-kole kecil sambil tos sama air laut, nggak pernah bosen liat dermaga
lontor yang airnya hijau tosca itu, mecahin biji kenari, bikin manisan pala,
panen cengkeh, naik pokpok sambil ngeliat langit biru yang tak berbatas, makan
ikan laut t-i-a-p h-a-r-i, sarapan pentol di pagi hari, ngences liat abang2
hitam berotot, digelitikin sama school fish yang lucu banget, kangen
duduk-duduk sama anak-anak selo di Bapa Dul pu para-para, dipelototin mama
piara gara-gara sering ngilang malem-malem, kangen dipanggilin ‘KKN’ sama
bocah-bocah ingus abadi, makan pentolan alias baksonya orang sana yang segede
upil buto itu, joget sama orang-orang gila yang mulutnya udah bau neraka alias
mabok, jalan-jalan ke Neira yang banyak peninggalan bersejarah banget dan
rumah-rumah lucu yang Belanda banget cin. For
the first time in forever duduk
di kursinya Bung Hatta, berasa jadi superhero semenit.
Snorkeling
di belakang gunung api yang terumbu karangnya WAW, kapan lagi bisa
renang-renang sama anak hiu kecil-kecil yang lagi berteduh di Pantai Wali yang
airnya anget, bakar-bakar ikan kerapu merah sama ikan papua yang nggak berdosa
tiba-tiba dibakar gitu aja. Piknik ke Pulau Syahrir, pulau dimana diasingkannya
dulu Bung Syahrir itu sama kompeni Belanda. Tiba-tiba berasa jadi pahlawan
lagi. Naik ke Tanjung Seram yang kalo liat ke bawah, air lautnya bro bikin
mrebes mili. Kangen mantengin sunset di pantai yang senja jingganya bikin nggak
mau pulang. Satu lagi bro, perjalanan panjang mendaki Gunung Api di tengah laut
yang super duper mega kokoh tak tertandingi yang curamnya setengah mati,
giliran sampe di puncak langsung speechless bisa liat semua pulau di kepulauan
Banda yang AWSUM.
Ikut
jaga rumpon malem2 sama abang pelaut keren trus mabok semabok maboknya, nggak
bakal nyangka kalo yang namanya jaring ikan di rumpon itu bakal setengah mati
kaya gitu, for the first time in forever
lg bakar ikan di tengah lautan lepas di bawah cakrawala milky-way sambil nahan
muntah setengah mati. Bisa bertahan 3 jam diombang ambing sama dahsyatnya
gelombang air laut. Bro, ini tu berasa jadi nenek moyang bangeeeet.
Dear Banda Neira, thanks for every precious things you give, every wonderful sunset and adorable ocean i've never forget, and every greatful moment we've done. Banda, it’s
only a dot in map but all the things and memmories will never be forgotten. See you soon, someday.
June 15, 2014
Potongan Kue #5
Hidup ternyata hanya sebuah permainan
perasaan. Saat kamu sedang bersemangat sekali mengejar cita-citamu yang
tingginya melebihi lapisan eksosfer dan kamu menyingkirkan semua perasaan ragu
bimbang takut gagal, kamu terlalu optimis, pantang menyerah dan semacam itu. Kamu
bilang ingin mendaki puncak tertinggi dan menyelam ke dasar samudera paling
dalam, tetapi kemudian kamu mulai merasa lelah, jenuh, bosan, dan tidak
berapi-api lagi dengan komitmen yang sudah kamu buat sendiri. Mulai terpengaruh
dengan quote-quote kehidupan mengenai live is freedom, live isn't about the achievement you've got, dan blah
blah, mulai tak tertarik dengan cita-cita, mulai menjalani hidup dengan
semboyan let it flow lagi. Kemudian saat kamu melihat temanmu sedang memanasi
roketnya, kamu hanya bisa terdiam. Entah~
Subscribe to:
Comments (Atom)


