Sukses itu materi. Orang yang bilang kalo sukses itu adalah bahagia dengan apa yang sedang dijalani itu bohong. Ibarat air di atas daun talas, sori kalo nggak nyambung. Manusia dilahirkan harus punya tujuan hidup, bahkan orang gila pun punya tujuan hidup, yaitu menjalani takdirnya sebagai orang gila. Ini ada hubungannya jurusan yang aku ambil, biologi. Biologi itu gila, bayangin kalo masa-masa remaja tanggung kalian harus diabisin buat ngapal nama-nama ilmiah nama latin dan semua nama-nama gaib itu yang banyaknya minta amplop. Aduh malah curhat. Coba ada jurusan seksologi pasti nggak bakal males kuliah udah gitu sistem pembelajarannya make audio visual original. Tiba-tiba nyambung ke Nikita Mirzani. Ngobrol soal Nikita Mirzani kemaren aku abis baca artikel judulnya 'Nikita Mirzani Hapus Tato di Dada Rasanya Perih-perih Enak'. Dan barusan dengerin lagu judulnya 'Pentil Kecakot'. Memang nggak nyambung tapi cukup bikin aku nggak paham lagi sama dunia akhir-akhir ini.
Aku bingung besok lulus dari sini aku mau apa dan mau kemana dan mau kawin sama siapa. Akutau semua ini udah diatur sama Gusti Allah. Aku cuma takut nggak kebagian jodoh aja, karna besok suatu saat perbandingan cewek dan cowok adalah 1:40. Dan para lelaki bisa memanfaatkan moment ini untuk poligami. Ini memang postingan random, serandom mukaku. Yang jelas tujuan hidupku adalah menjalani apa yang telah ditakdirkan, yang barusan itu tujuan hidup yang sok bijak, tujuan hidup jujur: pengen punya suami bule, bule afrika sixpack, kaya raya 77 turunan. *Emang Es Teller?* Ngomong masalah Es Teller 77 aku belum pernah makan di esteler77 yg ada di mall mall itu karna liat dari jauh udah silau sama harganya, ya, cukup tau aja walaupun nggak penting namanya juga cukup tau. Tolong apasih banget. Up up. Yang barusan itu tujuan hidup hedon, jujur aja karena sekali lagi sukses itu materi. Sukses itu MATERI.
Memang pendapat orang itu beda-beda, sekarang beda lagi. Menurut pendapatku dari lubuk hati paling dalam sukses itu adalah hidup yang berorientasi pada kehidupan akhirat, bisa menjadikan ibadah sebagai prioritas hidup, bukan harta! Sekali lagi bukan harta. Sesungguhnya menyianyiakan waktu itu lebih menakutkan dari pada kematian, karena menyiakan waktu memutuskan kehidupanmu dengan akhirat sedangkan kematian memutuskanmu dari kehidupan dunia. Akhirat Vs Dunia. Dan ini masalah berat, karena berteori selalu gampang.
Ini?
Memang pendapat orang itu beda-beda, sekarang beda lagi. Menurut pendapatku dari lubuk hati paling dalam sukses itu adalah hidup yang berorientasi pada kehidupan akhirat, bisa menjadikan ibadah sebagai prioritas hidup, bukan harta! Sekali lagi bukan harta. Sesungguhnya menyianyiakan waktu itu lebih menakutkan dari pada kematian, karena menyiakan waktu memutuskan kehidupanmu dengan akhirat sedangkan kematian memutuskanmu dari kehidupan dunia. Akhirat Vs Dunia. Dan ini masalah berat, karena berteori selalu gampang.
Ini?
Atau ini?

