The Jogja City all night long~
Jadi ceritanya sekarang curhatnya di blog, karna kalo via twitter nanti dikatain nggak punya buku diari. Huft. Dear diary, weekend ini zonk. Dari mulai malam sabtu sampe menjelang hari sakral (senin) not doing what what. Rencana mau nananina sama nananina gagal, yah itungannya kali ini aku diselamatkan sama sms Ibu tercinta dari perbuatan nananina. Memang bener orangtua itu punya semacam indra ke enam kalau anaknya sedang dalam keadaan hmm you know lah. Lalu mau cari keringet di XT Square sambil makan sup kalkun juga nggak jadi. Satnite berujung dengan buah timun lagi. Jangan ngeres, timunnya buat maskeran. Kemudian pagi mau joging sama kakak dugong dan ibu-ibu arisan komplek juga nggak jadi karena mereka kesiangan, padahal aku wes nggak tidur ket SD. Kemudian lagi, niat mau bantuin prepare pentas Ramayana di Prambanan juga nggak jadi karena dua hal yaitu mager dan magerbang. Lalu aku bingung pusing dan ambeyen. Kegiatan main-main disambi dengan kuliah yang padat membuat aku sering pulang malam, yah namanya juga hidup di kampung, masa pada suatu hari aku pulang malem banget-banget yaitu jam 12 eh paginya digosipin kalo aku ini kuliah nyambi ngelonthe. Helo pakbu itu mulutnya minta digaruk pake silet ya? Dilihat dulu dong situ punya anak cewek masih seret nggak? Masa iya gadis cantik kalem solehah kaya aku gini dikatain lonthe? *brb beli silet*
Yah kadang di usia-usia setengah mateng kaya gini memang lagi masa-masanya bosen sama rumah dan seisinya, bukannya bosen tapi kesibukanlah yang membuat kita hampir melupakan kalau di rumah ada sesuatu yang lebih berharga dari pada IP 4, organisasi, hobi, pacar, teman, 3gp, mi goreng nyemek, bahkan pantai, aku menyebutnya KELUARGA. Kadang aku pengen ngomong wahai keluargaku biarkan Tuhan yang mengatur hidupku, janganlah kalian cerewet dan terlalu ikut campur dengan kesenanganku lalu aku cepat-cepat berdoa semoga aku bukan termasuk hamba-hamba yang dibutakan.
Untuk bapak, ibu, kakak, adik pertama, adik kedua, dan adik ketiga, semoga kita diberi umur panjang dan jika tidak biarkan Tuhan mempertemukan kita di surga kelak. Amin~
27 April 2013
Yah kadang di usia-usia setengah mateng kaya gini memang lagi masa-masanya bosen sama rumah dan seisinya, bukannya bosen tapi kesibukanlah yang membuat kita hampir melupakan kalau di rumah ada sesuatu yang lebih berharga dari pada IP 4, organisasi, hobi, pacar, teman, 3gp, mi goreng nyemek, bahkan pantai, aku menyebutnya KELUARGA. Kadang aku pengen ngomong wahai keluargaku biarkan Tuhan yang mengatur hidupku, janganlah kalian cerewet dan terlalu ikut campur dengan kesenanganku lalu aku cepat-cepat berdoa semoga aku bukan termasuk hamba-hamba yang dibutakan.
Untuk bapak, ibu, kakak, adik pertama, adik kedua, dan adik ketiga, semoga kita diberi umur panjang dan jika tidak biarkan Tuhan mempertemukan kita di surga kelak. Amin~
27 April 2013